Wednesday, 25 January 2017

10 Tips Mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD)

View Article
Musim hujan, pergantian musim, dan kondisi musim yang tidak menentu menjadi rawan dengan kehadiran berbagai jenis penyakit. Salah satunya, dengan akibat yang cukup parah, adalah demam berdarah, atau juga dikenal dengan nama panjang Demam Berdarah Dengue (DBD), yang memberikan efek rasa sakit serta melemahkan tubuh, oleh karena itu, demam berdarah dikenal juga sebagai “demam sendi” (break bone fever).

Gejala-gejala

Setelah tergigit aedes aegypti yang sudah terinfeksi dengue, butuh waktu antara empat sampai sepuluh hari hingga gejala-gejala bisa terlihat. Gejala-gejala yang paling umum adalah:
  • Demam tinggi
  • Sakit kepala berat
  • Rasa nyeri di bagian belakang mata
  • Mual-mual (nausea)
  • Muntah-muntah
  • Pembengkakan kelenjar
  • Nyeri sendi dan otot
  • Ruam (dalam beberapa kasus yang ditemui)
Gejala terparah dari demam berdarah adalah syndrom demam itu sendiri, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah dan tentu berbahaya.

Pengobatan

Belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terkena virus dengue tersebut. Bentuk perawatan dan pengobatan pun bermacam-macam tergantung tingkat gejala demam berdarah yang muncul. Namun demikian, terdapat beberapa tindakan pencegahan demam berdarah dengue ini, dan langkah-langkahnya jauh lebih dianjurkan dan penting..
http://www.kolomsehat.com/10-tips-mencegah-demam-berdarah-dengue-dbd/

Cara Membasmi Jentik Nyamuk Secara Alami dan Ampuh

View Article
Cara membasmi jentik nyamuk sebenarnya sangatlah sederhana dan bisa kita lakukan secara alami dengan menggunakan bahan-bahan tradisional seperti daun sirih atau daun jeruk nipis sehingga Anda tidak perlu repot-repot mengeluarkan uang untuk membeli obat pembunuh jentik nyamuk yang di jual dipasaran. Selain murah meriah, penggunaan bahan alami ini bisa dikatakan sangat aman bagi kesehatan karena tidak mengandung kimia.

Seperti yang kita ketahui, jentik nyamuk merupakan salah satu masalah serius yang sering kali di anggap sepele, padahal apabila dibiarkan dan tidak di basmi maka jentik-jentik ini nantinya akan menjadi nyamuk dewasa dan bisa menyebarkan wabah penyakit seperti demam berdarah, malaria hingga penyakit mengerikan seperti kaki gajah. Nah maka dari itu mulai saat ini kita tidak boleh menganggap jentik-jentik nyamuk adalah sesuatu yang sepele, kita harus membasmi dan menutup tempat-tempat penampungan air yang terbuka agar nyamuk tidak bersarang dan bertelur di sana.

Cara Membasmi Jentik Nyamuk Secara Alami


1. Daun Jeruk Nipis
Cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk membasmi jentik-jentik nyamuk yang ada di rumah seperti bak mandi, got atau selokan di sekitar rumah maka bisa dengan menggunakan daun jeruk nipis. Daun jeruk nipis ini mengandung senyawa limonoid yang mana senyawa ini bisa mengganggu dan meracuni pencernaan di nyamuk sehingga nantinya jentik-jentik beserta induk nyamuk bisa mati dengan sendirinya.

Cara membasmi jentik nyamuk dengan jeruk nipis ini sangatlah sederhana yaitu Anda cukup mengambil beberapa lembar daun jeruk nipis dan kemudian remas-remas daun jeruk nipis bersama dengan 3 gelas air bersih hingga mengeluarkan wangi khas. Kemudian, taburkan air remasan daun jeruk nipis tadi pada bak mandi, selokan atau got di sekitar rumah Anda. Cara ini sangat ampuh untuk mengusir nyamuk dan membuat binatang yang satu ini enggan bersarang dan bertelur di tempat-tempat yang telah di taburi air remasan daun jeruk nipis tadi.

2. Biji Pepaya dan Tawas
Kemudian cara kedua untuk membasmi nyamuk dan jentik-jentik nya adalah dengan menggunakan campuran biji pepaya dan tawas. Namun sebelum mencampurkan kedua bahan ini maka Anda harus mengeringkan biji pepaya terlebih dahulu, apabila sudah kering maka setelah itu tumbuk hingga menjadi halus. Setelah itu, haluskan juga tawas dan kemudian baru campurkan biji pepaya yang sudah halus tadi dengan tawas yang juga sudah kita haluskan. Perbandingan campuran nya yaitu 1:2 untuk tawas dan biji pepaya ( satu sendok tawas halus dicampur sdua sendok biji pepaya halus)

Setelah kedua bahan tercampur, kemudian masukan kedalam kain kasa dan direndam didalam bak mandi. Cara ini akan membuat jentik-jentik nyamuk yang ada didalam bak mandi Anda akan segera mati.

3. Daun Sirih
 Daun sirih tidak hanya baik bagi kesehatan saja tetapi juga bisa digunakan sebagai obat tradisional untuk membasmi jentik-jentik nyamuk. Anda cukup merebus beberapa lembar daun sirih dan kemudian masukan air rebusan daun sirih tersebut pada bak mandi Anda. Cara ini bisa membunuh dan membasmi jentik nyamuk yang berada di dalam bak mandi Anda secara masal.

4. Melakukan 3 M
Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan gerakan 3 M yang pernah digalakan oleh pemerintah untuk membasmi jentik-jentik nyamuk yang ada dirumah. Bukan hanya memberantas jentik nyamuk, gerakan 3 M ini juga bisa membasmi sarang-sarang nyamuk sehingga binatang tersebut tidak berkembang biak di sekitar rumah kita.

Apakah gerakan 3 M itu ? 3 M adalah singkatan dari menguras, menutup dan mengubur. Gerakan ini menganjurkan Anda untuk selalu memperhatikan kebersihan dan selalu menguras bak mandi atau tempat penampungan air lainnya yang wajib dilakukan satu kali dalam 3 hari agar jentik-jentik nyamuk tidak berkembang biak dan nyamuk tidak bersarang di sana bak mandi Anda.

Selain menguras,  Anda juga diharuskan untuk menutup tempat-tempat penampungan air agar nyamuk tidak bisa bersarang dan bertelur di sana. Kemudian terakhir, mengubur barang-barang bekas seperti kaleng yang sudah tidak terpakai lagi agar lingkungan Anda terbebas dari genangan air yang merupakan tempat bersarangnya nyamuk.

http://cantiksehatgue.blogspot.com/2016/03/cara-membasmi-jentik-nyamuk-secara-alami-dan-ampuh.html

Cara Mencegah dan Membasmi Nyamuk Aedes Aegypti di Rumah

View Article
Bagaimana cara mencegah dan membasmi nyamuk aedes aegypti yang efektif? Nyamuk aedes aegypti adalah salah satu jenis nyamuk yang sangat terkenal karena mampu menanamkan bibit penyakit demam berdarah ke tubuh manusia. Pada saat nyamuk ini menggigit dan menghisap darah manusia, saat itu pulalah bibit penyakit ini masuk ke aliran darah.
Nyamuk aedes aegypti, ada juga yang menyebutnya nyamuk dengue, bisa ditemukan di semua negara tropis. Di wilayah Asia, terdapat Nyamuk Asian Tiger (aedes albopictus) yang juga berpotensi membawa sumber penyakit demam berdarah.
Tahukah anda, berbeda dengan jenis nyamuk lainnya, nyamuk aedes aegypti senang hidup dan berkembang biak di lingkungan perkotaan dan rumah-rumah. Mereka justru enggan hidup di hutan dan rawa-rawa. Di perumahan, mereka bisa menemukan sumber protein dari darah manusia dalam jumlah yang melimpah sebagai bekal nutrisi bagi pertumbuhan telurnya. Nyamuk aedes aegypti hanya membutuhkan sedikit air sebagai peletakan telur dan perkembangbiakan larvanya.

Siklus Hidup Nyamuk Aedes Aegypti
Semua berawal dari nyamuk dewasa yang mencari tempat di mana terdapat genangan air dalam suatu wadah. Ketika induk tersebut menemukannya, maka ia akan bertelur dan menempelkan telur-telurnya di dinding wadah tadi. Dalam beberapa hari, telur-telur ini akan menetas dan keluarlah jentik-jentik nyamuk yang akan langsung masuk ke dalam air. Setidaknya dibutuhkan waktu antara 7-10 hari agar jentik ini berkembang menjadi nyamuk dewasa setelah melewati tahapan kepompong.
Nyamuk demam berdarah dewasa tidak suka terbang jauh. Mereka hanya akan berkeliling ruangan dalam jarak maksimal antara 50-200 meter untuk mencari makanan (darah manusia) dan tempat bertelur. Jadi ketika ada nyamuk aedes aegypti di rumah anda, mereka tidak akan pergi dengan sendirinya, melainkan anda lah yang harus membasmi dan mengusirnya.
Pencegahan Nyamuk Aedes Aegypti di Rumah
Untuk mencegah nyamuk aedes aegypti berkembang biak di rumah anda, singkirkan tempat-tempat yang bisa menjadi wadah perkembangbiakan nyamuk serta memastikan tidak ada tempat potensial bagi nyamuk di rumah anda juga wajib dilakukan.

Ini Penyebab “Fogging” Tak Ampuh Basmi Nyamuk DBD

View Article
Tindakan pengasapan atau fogging menjadi andalan untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti penyebar virus demam dengue. Sayangnya cara ini sering tidak efektif. Setelah fogging dilakukan seringkali masih bermunculan kasus demam berdarah dengue (DBD) baru. 

Peneliti Perubahan Iklim dan Kesehatan Lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) DR. Budi Haryanto, SKM, MSPH, MSc mengatakan, munculnya kasus DBD baru mungkin saja karena fogging yang dilakukan ternyata tidak efektif membasmi nyamuk.
“Fogging yang dilakukan selama ini apa sudah dicek pemakaiannya benar atau enggak. Secara teknis harus cermat, baik alat hingga waktunya,” ujar Budi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (4/2/2016).
Menurut Budi ada beberapa penyabab fogging menjadi tak ampuh membasmi nyamuk.
1. Dosis
Budi mengtakan, dosis yang dimasukkan ke dalam mesin fogging harus tepat. Hasil pembakaran insektisida seperti malathion dan solar akan mengeluarkan asap yang seharusnya membuat nyamuk mati jika dosisnya tepat. Jika tidak, nyamuk hanya pingsan kemudian hidup kembali.
“Kalau dosisnya tepat maka yang keluar asap. Kalau dosis enggak tepat, yang keluar hanya minyak. Lantai licin (setelah fogging), kalau seperti sudah itu jelas dosisnya enggak tepat,” jelas Budi.
2. Mesin fogging
Meski mesin fogging sangat sederhana, perlu juga diperhatikan kulitas alat yang akan digunakan. Petugas yang mengunakan mesin fogging sebaiknya mengecek terlebih dahulu lubang alat pemercik atau nozzle. Jika mesin fogging sudah terlalu lama dan nozzle tidak diganti, maka asap yang dikeluarkan tidak optimal.
3. Radius
Nyamuk akan terbang sejauh sekitar 140 meter dari tempat mengigit korbannya. Untuk itu, penyemprotan pun seharusnya dilakukan minimal radius 140 meter atau sekitar 200 meter dari lokasi rumah pasien DBS.
“Nyamuk kalau gigit kan cuma orang di sekitarnya aja. Makanya perlu di fogging sampai 200 meter, nyamuk ini enggak ke mana-mana,” jelas Budi.
4. Waktu
Fogging harus dilakukan segera mungkin atau setidaknya satu sampai dua hari setelah ditemukan warga yang terkena DBD. Jika tidak, sama saja telah memberi kesempatan nyamuk pembawa virus untuk menularkan ke lebih banyak orang lagi. 

Menurut Budi, nyamuk Aedes aegypti bisa kembali mengigit tiga sampai lima hari kemudian. “Jadi jangan kelamaan, harus uber-uberan dengan nyamuk yang mau mengigit lagi,” kata Budi.
Selain itu, penyemprotan seharusnya dilakukan saat nyamuk-nyamuk tersebut sedang istirahat, misalnya pagi atau siang hari. Budi menjelaskan, nyamuk Aedes Aegypti aktif pada pukul 08.00-11.00 dan sekitar pukul 14.00-17.00. Jika fogging dilakukan saat jam aktif, maka nyamuk akan bergerak lebih gesit untuk menghindar.
5. Sosialisasi
Sosialisasi penting dilakukan dengan jelas agar tidak ada rumah yang tidak bersedia dilakukan penyemprotan. Menurut Budi, jika ada satu rumah yang tidak mau fogging, dikhawatirkan nyamuk dewasa tetap hidup di rumah tersebut.
Perlu ada koordinasi antara pihak RT dan RW ketika akan dilakukan foging. “Paling enggak seminggu sebelumnya sudah dikasih tahu, dijelaskan mengapa perlu fogging biar yang punya rumah siap,” imbuh Budi.
http://health.kompas.com/read/2016/02/05/120000523/Ini.Penyebab.Fogging.Tak.Ampuh.Basmi.Nyamuk.DBD